Nov 16, 2009

Cerita Sang Juara

Ingin sejenak kuhilangkan penat ini, secara sendiri dan tersembunyi di mana hanya ada aku dan perasaan kecewa ini yang tahu.

Gosh, ternyata semua yang sempurna bisa busuk di belakangnya. Tak apalah kalau sekarang kebusukan itu bisa menang, yang tertawa perlahan - itu juga yang nantinya akan merintih pilu tergesa.

Jangan coba cari aku lagi untuk saat ini atau pun esok, hanya untuk sesuatu yang dianggap menyenangkan dan dianggap kebanggaan.

Takkan ada lagi aku untuk suatu keuntungan tertentu dan mengecewakan di akhirnya. Hei, keuntungan? Keuntungan apa yang kudapat dari semua ini?

Nilai – nilai terbaik di kuliah – kuliahku? Tentu saja tidak..
Peningkatan finansial? Oh no, justru dentingan rupiahku ikut tergulir..
Nama yang terkenal? Biasa sajaa..
Koneksi yang membumbung tinggi dan pengakuan publik? Hei hei, itu kubangun atas komunikasiku sendiri atas lingkungan sekitar dan justru karena itulah aku bisa ikut mensukseskan proses ini..(tak perlu ucapan terima kasih koq..tak usah repot mengatakannya..)

Lalu..Lalu kenapa bisa tersirat aku sangat beruntung dalam hal itu??

Sedikit saja coba melihat secara objektif bukan subjektif bahkan hanya karena sebuah pendapat yang akhirnya bisa jadi mufakat..Tak perlu tanyakan pendapatku untuk masuk didalamnya, toh itupun juga tak pernah diinginkan dan sangat tak penting. Semua apa yang kutakan hanya berasa perintah dan angin yang mengusik telinga saja. Bukankah itu benar? Tak perlu juga dimengerti apa yang kutulis ini, ini hanya sampah.

Kelelahanku selama ini menjadi melebar dan tak pasti. Sedikit sesak sempat menghampiri, terlebih ketika yang dekat pun ikut berpendapat tuk melawan. Tak jadi soal dan tak perlu ku dikasihani, karena selama proses ini, cacian,umpatan,sindiran bahkan penolakan pun sudah pernah kualami. Semua itu pernah jadi kawan dalam gelapku.

Akulah sang korban..
Akulah sang penderita..
Tetapi akulah Sang Juara dalam semua perjuangan itu.. Dan aku tetap percaya bahagia akan datang tepat pada waktunya. Tuhan slalu Mengasihi hambanya yang tetap percaya.

Takkan ada sesal untuk bisa jadi seperti sekarang. Semua itupun jadi kebanggaanku atas sebuah pengorbanan dan kerja keras. Dan akupun berjani, semua penat dan kecewa ini akan hilang dengan sendirinya dalam 2 malam,hanya 2 malam saja, dan semoga saja rasa dan jiwaku tak ikut menghilang untuk selanjutnya.

Biarlah yang baru yang kan mengatur dan menjadi petunjuk untuk sebuah regenerasi. Sungguh kuikhlaskan semua itu,tulus dari hati yang telah mengecil ini. Namun, aku takkan pernah rela jika semua yang sudah kubangun dan kurencanakan sejak lama ini hancur di tengah jalan hanya karena ketidakmampuan dan omongan semata tanpa tindakan.


Selama berjuang untuk perubahan yang diinginkan.. :-)


Sang Juara, Nov 09