Jan 31, 2012

"Sebersit Mimpi Untuk Indonesia"


Salam Merdeka!

Hai Indonesia, tanah tumpahdarahku, bangsaku, negeri kebanggaanku, sudahkah kau 'benar - benar Merdeka'? Sudahkah semua rakyatmu merasakan apa yang dinamakan kemerdekaan sejati? Ataukah merdeka itu masih terbatas dalam lembaran sejarah dan sajak - sajak proklamasi di hari kemerdekaanmu?

Indonesiaku, negeri (yang katanya) gemah ripah loh jinawi,
Gemah ripah loh jinawi? Bagaimana mungkin slogan tersebut bisa terngiang - ngiang di seluruh pelosokmu jika di sudut - sudut gemerlapnya kotamu masih tersisa mereka-para kaum miskin hidup dalam kesengsaraan, dalam kemiskinan dan dalam tangis kenestapaan. Bagaimana sila "kemanusiaan yang adil dan beradab" mu menjadi junjungan dalam perilaku setiap masyarakatmu jika para 'teladan'nya masih bertindak sewenang -wenang dengan kekuasaan membabi buta yang merampas semua hak hidup bangsanya. Apakah ini masih bisa disebut 'adil dan beradab'? Tolong bantu aku menegaskannya, Indonesiaku.

Indonesiaku, negeri yang menjunjung tinggi perbedaan,
Benarkah demikian? Benarkah kita sudah benar-benar menghargai perbedaan tersebut? Menghargai keberagaman agama yang ada? Apakah peristiwa pemboman tempat ibadah, perkelahian atas nama suku agama sudah benar - benar mewujudkan sila pancasila 'Persatuan Indonesia'? Apakah perkelahian dan bentrok warga masyarakatmu atas nama perbedaan bisa berakhir? Kapankah itu terjadi?

Indonesiaku, negeri pencetak manusia yang unggul dalam kehidupan,
Oh ya? Itu hanya sepersekian persen. Lainnya? Mereka sibuk mengadu kekuatan dan suara mereka di pusat - pusat kotamu, mendemo segala sesuatunya yang pemerintahmu (bahkan belum) terapkan. Mereka, masyarakatmu itu sibuk menolak dan menyanggah serta tak segan untuk beranarki hanya untuk menunjukkan bahwa Indonesia ini adalah negeri yang demokrasi. Apakah itu berguna? Bukankah suara-suara yang mereka perdebatkan hingga menuju perkelahian itu hanya bersifat melukai, melukai sesama dan tentunya melukai dasar-dasar pancasila mu. Dan sedihnya lagi, sebagian dari mereka yang berdemo itu adalah MAHAsiswa. Benar, mereka MAHAsiswa! Titik tertinggi dari tingkatan pendidikan. Oh Indonesia, sebeginikah buruk citra pendudukmu? Dari kaum - kaum terpelajarmu?

Indonesiaku, calon negeri impian masa depan,
Banyak harapan yang aku dan masyarakatmu torehkan di impian masa depan. Aku disini, mewakili anak bangsa mempunyai sebersit mimpi untukmu. Sebersit mimpi untuk sebuah perubahan. Aku terus berharap, nantinya di negerimu,
- Tidak lagi ada kaum kelaparan yang menderita dalam kemiskinan. Tidak ada lagi si Kaya sang pejabat yang terus mengisi pundi - pundi kekayaan mereka tanpa melihat sosok - sosok sekarat kaum jelata yang menangis hanya untuk sepiring nasi dan sebuah kesempatan mendapatkan pengobatan.
- Harapan akan semua anak bangsa mu mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga nantinya semua sumber daya manusia mu benar - benar tercetak sebagai manusia yang unggul. Semoga nantinya "Pendidikan Gratis" itu tidak hanya sebatas dalam pemberitaan layar kaca, tetapi juga mencapai pelosok - pelosok negeri mu yang tidak terjangkau oleh kru wartawan. Dan bagi anak bangsa yang sudah terdidik dengan sedemikian rupa, gunakanlah ilmu yang kalian punya dengan bijaksana. Buatlah sebuah karya, bukan hanya bersuara dalam massa. Ingatlah, disamping kalian yang berpendidikan, masih ada ribuan anak jalanan yang bahkan tak kenal apa itu rasanya 'belajar'.
- Indonesia menjadi negeri yang aman dan damai, tanpa demonstrasi yang berujung pertikaian dan perkelahian warga. Tolonglah wahai para penyuara yang hebat, suarakan perubahan lewat tindakan nyata, bukan hanya bergerumul dalam massa hanya untuk mendapatkan simpati belaka. Turunlah langsung membantu dan merubah apa yang kalian perdebatkan. Bukankah masih banyak korban bencana dan sesama yang membutuhkan uluran tangan kalian? Janganlah terlalu sibuk mempertahankan ego dan merasa yang paling hebat, yang benar. Bukankah masih ada Tuhan diatas segalanya? Dan kitapun sangat sangat tidak pantas jika ingin 'menjadi seperti' Tuhan. Kita hanya manusia yang hawa nafsu, yang harus tahu dimana menempatkan hawa nafsu tersebut. Tolonglah, mulai untuk menjadi sesorang yang 'percaya' dan mampu untuk menjadi seseorang 'yang bisa dipercaya'. Karena ketika kalian berdebat, bertikai, saat itu juga kalian kehilangan aset - aset negara (yang dicuri negara tetangga), kalian kehilangan waktu - waktu terbaik untuk menjunjung tinggi nama Indonesia ke muka dunia dengan apa yang kalian punya. Seperti pepatah satu lidi, "sebuah lidi takkan bisa membersihkan halaman, namun seikat lidi bisa menjadi sapu yang bahkan bisa membersihkan lapangan", maka bersatulah Indonesiaku, untuk hal - hal yang positif!

Indonesiaku, tanah negeriku tercinta,
Mungkin hanya sebersit mimpi, tetapi seorang bijak pernah berkata "Janganlah kamu takut bermimpi, mimpi adalah sebuah kenyataan yang tertunda". Terbangkan mimpimu setinggi jejak Garuda dan ketika jejak itu kembali padamu, buatlah menjadi nyata. Jayalah terus Indonesiaku, Jayalah terus negeri dan bangsaku!