Bahagia atas suka cita.
Bahagia meski tanpa cinta (yang juga dirasa sama), olehnya.
Kita pantas bahagia. Apapun jalannya.
Karena bahagia itu sederhana, bahagia itu tak terbatas, tanpa jeda.
Bahagia itu bukan untuk ditunggu, bukan untuk diminta.
Bahagia itu diciptakan. Bahagia itu kita yang menemukan. Karena bahagia itu adalah harapan, bahagia itu selalu ada dan tanpa jeda.
Tetapi seperti apa?
Pernakah kamu memiliki waktu libur beberapa hari di sela sela kejamnya dunia kerja dan aktifitas sekedar untuk menyegarkan diri dengan berkumpul bersama teman dan sahabat?
Itu bahagia
Pernahkah kamu diberikan kesempatan untuk bertemu dan berkumpul bersama teman – teman barumu yang selama ini hanya kamu kenal lewat dunia maya? Kemudian menjadi dekat, menjadi saudara, yang di tengah – tengah nya terselip sedikit cinta hanya karena satu alas an yang sama? Untuk kehadiran dalam sebuah acara?
Itu bahagia.
Pernahkah kamu dipertemukan dengan seseorang dari masa lalu yang dulu kalian terpisah karena sebuah angkara? Dalam suatu acara dengan ribuan massa di dalamnya? Kemudian kalian berpelukan, berbaikan?
Itu juga bahagia.
Pernahkah kamu kembali menjalin komunikasi dengan serpihan hati yang dulu saling menyakiti dengan duduk beriringan dalam beberapa hari?
Tentu saja itu bahagia.
Pernahkah kamu belajar menahan diri untuk tidak terluka saat melihat dia yang kau cinta tengah sibuk memelihara rasanya sendiri? Tanpa pernah sedikit pun mencoba untuk peduli?
Yah, anggap saja itu bahagia.
Seperti itulah bahagia.
Bahagiaku, untuk saat ini.
Seperti malam ini, saat turut serta kulambungkan ke angkasa, atas doa dan harapan kebahagiaan yang lain, doa dan harapan atas kebahagiaan yang baru, beriringan dengan ribuan lampion penuh cahaya di langit hitam.
Mungkin ini biasa, ini sederhana, namun ini istimewa.
Istimewa karena kulambungkan harapan dan doaku ke langit diikuti dengan genggaman erat dari teman dan sahabatku dalam satu tujuan yang sama, bahagia, kebahagian, yang tanpa jeda. Dan bila nantinya harapan dan doaku itu harus kembali terjatuh, seperti lampion terbang yang kembali jatuh ke bumi karena telah habis bahan bakarnya, aku tau, masih ada genggaman erat dari para teman dan sahabatku, yang siap menerima segala keluh kesah dan duka bahagia ku, dalam lingkup harmoni cinta yang tanpa batas. Tanpa Jeda. Dan aku takkan pernah merasa sendiri.
Maka, jangan pernah takut untuk untuk menciptakan kebahagian. Jangan pernah ragu untuk menemukannya. Bahagia itu Tanpa Jeda.
-based on Lantern Party at Vesak's Days 2012, Borobudur 6th May 2012-
~ Terimakasih untuk sepenggal kalimat penuh makna "Bahagia Tanpa Jeda" dari Alvin's friend.
~ Peluk dan cium untuk @rennadia @estimulyawati @ikrargilang @nopal_empal -Alfa- @oppsyshanty @omemdisini @MungareMike @I_Am_Boa @SutradaraTop @naminadini @tyazmaniandevil @mmychan @agastiazirtaf @JiaEffendi @ukauki @rairahmanindra @ellavaniea dan semua tim kopdar Alun-Alun Magelang [sungguh, kopdar itu takkan terlupakan :) ]
