Aug 20, 2013

Rahasia Dari Sebuah Koper



Saya suka berpergian. Entah sejak usia berapa tepatnya, namun semenjak di sekolah menengah atas saya suka berpergian. Entah sekedar mengunjungi berbagai tempat wisata maupun mengikuti beberapa program pertukaran pelajar. Sendiri maupun berkelompok.

Dahulu, ketika berpergian, cukuplah bagi saya menenteng sebuah ransel berukuran 25-30 liter. Semua kebutuhan cukup dan muat di dalam satu tas. Namun, ketika memasuki fase kehidupan perkuliahan, intensitas berpergian saya semakin bertambah, baik ke dalam maupun luar negeri, dalam kurun waktu minggu maupun bulan. Semenjak itulah saya sering beralih untuk menggunakan koper ketika berpergian.

Menggunakan koper ketika berpergian bagi saya lebih kepada kebutuhan, bukan mengikuti trend semata, karena memuat barang-barang pribadi ke dalam sebuah koper tidaklah semudah yang dilihat. Butuh sebuah keahlian mahadewa untuk mengatur strategi bagaimana pakaian untuk sebulan dan berbagai macam 'printilan' bisa muat ke dalam koper ukuran 20 kg ataupun bagaimana 'oleh-oleh' untuk orang terdekat bisa tetap dibawa pulang tanpa meninggalkan barang awal yang dibawa. Kita harus pandai memilah mana yang penting mana yang hanya akan jadi penyesalan ketika kita membuka koper setibanya di tempat yang dituju. Dan sampai saat ini, saya masih belum terlalu pandai untuk melakukan itu, karena seringnya saya tidak tega untuk meninggalkan suatu barang demi terkuncinya koper yang saya bawa dengan baik. :') 

Masalah lain yang saya sering alami ketika berpergian dengan koper adalah ketika harus menghadapi "check-in baggage". Tidak akan masalah ketika kita berpergian menggunakan transportasi darat seperti travel atau kereta, karena berapapun muatan yang kita bawa akan tetap 'masuk'. Namun ketika menggunakan sebuah penerbangan, terlebih penerbangan internasional, kita harus pintar-pintar memutar otak agar koper yang kita bawa tidak melebihi kapasitas bagasi yang telah kita pesan. Itulah, saya sering merasa was-was, uhm, lebih tepatnya SELALU merasa was-was ketika berada di counter check-in baggage. Saya belum akan tenang dan tersenyum sebelum koper yang saya bawa melewati konter bagasi dengan aman tanpa ada indikasi kelebihan muatan walaupun sebelumnya saya sudah sangat yakin akan jumlah kilogram akan koper tersebut. :'D 

Menggunakan koper ketika berpergian tidaklah sebebas ketika menggunakan ransel. Ketika kita harus membunuh waktu untuk menunggu jadwal penerbangan/perjalanan berikutnya dengan berkeliling/mengunjungi suatu tempat, kita harus siap repot menahan beban bawaan dan  beban malu karena oh-people-starring-at-me-why-I-brings-travel-bag-into-mall, misalnya. Belum lagi ketika kita harus berlari-lari menuju terminal penerbangan karena salah lokasi dan jadwal yang sudah sangat mepet. Terlalu menguras tenaga. 

Terlepas dari itu, positif nya, berpergian menggunakan koper membuat saya merasa aman dan praktis, karena semua barang-barang yang saya anggap penting bisa terkumpul menjadi satu di suatu wadah dan saya tidak perlu membawa tas cadangan sama seperti ketika menggunakan ransel. 

Namun, apapun itu, dengan ransel mapun koper, saya tetap menyukai berpergian, apalagi berpergian berdua bersama yang tercinta. Suatu saat nanti. :)