Dear, R.
Sungguh, banyak pertanyaan muncul di kepalaku tentang kamu. Siapa kamu dan apa hubungannya denganku untuk dua tahun lalu yang menurutmu penuh luka sendu. Bisakah sedikit saja kau beri aku pertanda yang lebih jelas?
Dear, R.
Aku masih belum bisa menangkap artian sesungguhnya dari suratmu ini.
Atau begini saja baiknya, sebutlah saja aku yang memang besar kepala, apa kau hanya mengarang cerita hanya untuk sekedar menjadi dekat denganku?
Kalaulah memang seperti itu, bagaimana kalau kita mulai saja dari awal untuk sebuah perkenalan ini. Mulai lah dengan sesuatu yang menyenangkan, karena tak baik jika kita mulai dengan mengungkit masa lalu yang penuh semburat luka. Aku tak suka, terlebih jika kau jadikan aku yang kedua. Aku tak pernah terima.
Jadi, siapa nama mu?
dari sudut kaca yang telah basah oleh rinai hujan,
-R
Feb 4, 2014
Jangan Jadikan Aku yang Kedua
Posted by Liony Mayestica on 5:43 PM
Posted in #30HariMenulisSuratCinta2014, #DuaHati