Namaku Radit. Dan aku beberapa bulan menempati rumah ini. Rumah yang kubeli dengan seluruh hasil keringatku beberapa tahun belakangan ini. Dan entahlah, aku beli rumah ini melalui seorang perantara, jadi aku tidak sempat bertemu dengan pemilik sebelumnya yang kuyakinkan 'dia' lah yang engkau maksud dalam suratmu beberapa hari terakhir.
Dear, Rena.
Sedikit senyumku tersimpul mengetahui abjad pertama dari nama kita yang sama. Aku Radit, kamu Rena. Apalah ini pertanda atau hanya kebetulan semata, yang pasti aku mulai merasa nyaman berkirim surat denganmu. Ya, walaupun kamu dan beberapa kegelisahanmu itu sempat mengusikku pada awalnya, namun aku yakin bahwa kamu adalah orang yang menyenangkan. Bukankah begitu? ;)
Dear, Rena.
Lupakan bagaimana pada awalnya suratmu dapat terkirim kepadaku, lupakan bagaimana pada akhirnya kita bisa berkenalan seperti ini. Marilah kita mencoba suatu pertemanan melalui surat ini. Akupun sedang kesepian akhir-akhir ini. Berada di lingkungan tempat tinggal yang baru dengan teman yang tak seberapa dan waktu-waktu yang kuhabiskan sepenuhnya dalam pekerjaanku. Sesungguhnya, aku butuh seseorang yang bisa menjadi lawan bicara bagiku, aku butuh teman yang bisa menjadi pendengar yang baik bagiku. Banyak hal dalam pikiranku yang ingin segera kumuntahkan agar aku tak sakit jiwa. Maukah kamu menjadi seseorang itu? Bagaimana menurutmu?
Regards,
Radit.
Namaku Radit. Dan aku beberapa bulan menempati rumah ini. Rumah yang kubeli dengan seluruh hasil keringatku beberapa tahun belakangan ini. Dan entahlah, aku beli rumah ini melalui seorang perantara, jadi aku tidak sempat bertemu dengan pemilik sebelumnya yang kuyakinkan 'dia' lah yang engkau maksud dalam suratmu beberapa hari terakhir.
Dear, Rena.
Sedikit senyumku tersimpul mengetahui abjad pertama dari nama kita yang sama. Aku Radit, kamu Rena. Apalah ini pertanda atau hanya kebetulan semata, yang pasti aku mulai merasa nyaman berkirim surat denganmu. Ya, walaupun kamu dan beberapa kegelisahanmu itu sempat mengusikku pada awalnya, namun aku yakin bahwa kamu adalah orang yang menyenangkan. Bukankah begitu? ;)
Dear, Rena.
Lupakan bagaimana pada awalnya suratmu dapat terkirim kepadaku, lupakan bagaimana pada akhirnya kita bisa berkenalan seperti ini. Marilah kita mencoba suatu pertemanan melalui surat ini. Akupun sedang kesepian akhir-akhir ini. Berada di lingkungan tempat tinggal yang baru dengan teman yang tak seberapa dan waktu-waktu yang kuhabiskan sepenuhnya dalam pekerjaanku. Sesungguhnya, aku butuh seseorang yang bisa menjadi lawan bicara bagiku, aku butuh teman yang bisa menjadi pendengar yang baik bagiku. Banyak hal dalam pikiranku yang ingin segera kumuntahkan agar aku tak sakit jiwa. Maukah kamu menjadi seseorang itu? Bagaimana menurutmu?
Regards,
Radit.